Upaya Wujudkan Kampus Unggul, STITMA Blitar Workshop Penyusunan Kebijakan Rencana Operasional Kampus

Dalam rangka mewujudkan kampus unggul dan berdaya saing, STIT Misbahudin Ahmad Blitar (STITMA) menggelar Workshop Penyusunan Kebijakan Rencana Operasional (Renop) Kampus yang bertempat di Kampus STITMA Blitar. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menerjemahkan Rencana Strategis ke dalam program kerja tahunan yang konkret, terukur, dan implementatif.
Workshop tersebut diikuti oleh stakeholder internal dan eksternal. Dari unsur internal hadir Ketua, Wakil Ketua, para Ketua Program Studi, dosen tetap, tenaga kependidikan, Lembaga Penjaminan Mutu, serta perwakilan mahasiswa. Sementara dari unsur eksternal turut hadir pengurus yayasan, perwakilan lembaga pendidikan mitra, tokoh masyarakat, serta mitra kerja sama institusi yang selama ini bersinergi dengan STITMA dalam bidang akademik dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua STITMA Blitar, Dr. M. Kholid Thohiri, M.Pd.I., menegaskan bahwa Rencana Operasional merupakan turunan langsung dari visi dan misi kampus yang harus diwujudkan dalam bentuk program nyata. Ia menyampaikan bahwa tanpa perencanaan operasional yang jelas dan terukur, visi besar institusi tidak akan tercapai secara optimal.
“Renop ini adalah instrumen kerja kita bersama. Semua unit harus memiliki target yang jelas, indikator capaian yang terukur, serta komitmen dalam pelaksanaannya. Kita ingin setiap langkah pengembangan kampus berjalan sistematis dan terarah,” tegasnya.
Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga ruh dan identitas kelembagaan dalam setiap kebijakan yang dirumuskan. Rencana Operasional harus selaras dengan visi STITMA, yaitu:
“Unggul dalam Pengembangan Integrasi Ilmu Pengetahuan dan Keislaman Berbasis Nilai Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah bagi Kemajuan Peradaban Dunia.”
Dalam diskusi workshop, para peserta merumuskan program-program prioritas yang mengacu pada misi kampus, antara lain pengembangan model integrasi ilmu dan keislaman dalam pembelajaran, peningkatan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah, penguatan pengabdian kepada masyarakat, perluasan kerja sama kelembagaan, serta pengembangan kampus berbasis pesantren yang unggul.
Selain itu, pembahasan juga mencakup peningkatan mutu sumber daya manusia, optimalisasi sarana prasarana, transformasi digital layanan akademik, serta penguatan tata kelola kelembagaan yang profesional dan akuntabel.
Partisipasi aktif stakeholder eksternal memberikan perspektif baru dalam penyusunan kebijakan operasional, terutama dalam menyesuaikan program kampus dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia pendidikan.
Melalui workshop ini, STITMA Blitar menunjukkan komitmen kuat untuk mewujudkan kampus unggul berbasis pesantren yang tidak hanya memiliki visi besar, tetapi juga langkah operasional yang jelas dan terukur. Dengan sinergi seluruh stakeholder, Rencana Operasional Kampus diharapkan menjadi fondasi nyata dalam merealisasikan visi dan misi STITMA secara berkelanjutan.
