Workshop Penyusunan Kurikulum MBKM sebagai Strategi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pembelajaran di STITMA Blitar

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan relevansi lulusan dengan kebutuhan zaman, STIT Misbahudin Ahmad Blitar (STITMA) menggelar Workshop Penyusunan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang bertempat di Aula Kampus STITMA Blitar. Kegiatan ini diikuti oleh unsur pimpinan, ketua program studi, dosen, Lembaga Penjaminan Mutu, serta menghadirkan stakeholder eksternal sebagai mitra akademik dan pengguna lulusan.
Workshop ini bertujuan untuk menyelaraskan kurikulum dengan kebijakan MBKM sekaligus memperkuat strategi peningkatan kualitas pendidikan dan pembelajaran di lingkungan STITMA. Kurikulum yang disusun diharapkan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja, tanpa meninggalkan karakter keislaman berbasis nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.
Dalam sambutannya, Ketua STITMA Blitar, Dr. M. Kholid Thohiri, M.Pd.I., menegaskan bahwa kurikulum merupakan jantung proses pendidikan. Ia menyampaikan bahwa penerapan MBKM harus dipahami sebagai peluang strategis untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, baik dalam aspek akademik maupun pengalaman lapangan.
“MBKM bukan sekadar kebijakan administratif, tetapi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar lebih luas, kontekstual, dan aplikatif. Karena itu, kurikulum harus dirancang secara matang agar tetap menjaga mutu akademik sekaligus responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Beliau juga menekankan bahwa penyusunan kurikulum MBKM harus tetap berorientasi pada visi STITMA sebagai kampus unggul dalam pengembangan integrasi ilmu pengetahuan dan keislaman. Dengan demikian, implementasi MBKM di STITMA tidak hanya berfokus pada mobilitas mahasiswa, tetapi juga pada penguatan karakter, integritas, dan nilai-nilai keislaman.
Dalam sesi pemaparan, peserta workshop membahas penyesuaian capaian pembelajaran lulusan (CPL), pemetaan mata kuliah, skema konversi kegiatan MBKM, penyusunan RPS berbasis OBE (Outcome Based Education), serta strategi evaluasi pembelajaran. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari stakeholder eksternal terkait kebutuhan kompetensi lulusan di lapangan.
Melalui workshop ini, STITMA Blitar menunjukkan komitmen serius dalam melakukan inovasi kurikulum demi peningkatan kualitas pendidikan dan pembelajaran. Diharapkan, kurikulum MBKM yang disusun mampu melahirkan lulusan yang unggul, adaptif, berdaya saing, serta tetap berakar kuat pada nilai-nilai keislaman dan tradisi pesantren.
