Perkuat Narasi Moderasi Beragama dalam Kurikulum, STITMA Blitar Adakan Workshop Penguatan Moderasi Beragama

Dalam rangka memperkuat internalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam sistem pendidikan, STIT Misbahudin Ahmad Blitar (STITMA) menggelar Workshop Penguatan Moderasi Beragama yang bertempat di Aula Kampus STITMA Blitar. Kegiatan ini diikuti oleh unsur pimpinan, dosen, pengembang kurikulum, serta stakeholder eksternal dari kalangan praktisi pendidikan dan tokoh masyarakat.
Workshop ini bertujuan untuk mengintegrasikan narasi moderasi beragama secara lebih sistematis dalam kurikulum dan proses pembelajaran di STITMA. Langkah ini dinilai penting dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sikap inklusif, toleran, dan berkomitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Dalam sambutannya, Ketua STITMA Blitar, Dr. M. Kholid Thohiri, M.Pd.I., menegaskan bahwa moderasi beragama merupakan bagian integral dari karakter pendidikan berbasis Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah yang menjadi identitas STITMA. Ia menyampaikan bahwa penguatan moderasi bukan sekadar wacana, tetapi harus terimplementasi dalam kurikulum, metode pembelajaran, hingga kultur akademik.
“Moderasi beragama harus menjadi ruh dalam setiap mata kuliah dan aktivitas akademik. Kita ingin mahasiswa STITMA tumbuh sebagai pribadi yang teguh dalam akidah, namun tetap terbuka, toleran, dan mampu hidup berdampingan secara harmonis di tengah masyarakat majemuk,” ujarnya.
Beliau juga menekankan pentingnya peran dosen dalam menyampaikan materi pembelajaran yang kontekstual dan membangun dialog, bukan sekadar transfer pengetahuan. Dengan demikian, nilai-nilai tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), i’tidal (keadilan), dan musyawarah dapat terinternalisasi secara kuat dalam diri mahasiswa.
Dalam sesi diskusi, peserta membahas strategi integrasi moderasi beragama dalam capaian pembelajaran lulusan (CPL), penyusunan RPS, penguatan bahan ajar, serta kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler. Stakeholder eksternal turut memberikan perspektif tentang pentingnya pendidikan moderasi beragama dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat persatuan bangsa.
Melalui workshop ini, STITMA Blitar menegaskan komitmennya sebagai kampus berbasis pesantren yang tidak hanya unggul dalam integrasi ilmu pengetahuan dan keislaman, tetapi juga konsisten dalam membumikan nilai-nilai moderasi beragama dalam kurikulum dan praktik pendidikan. Diharapkan, lulusan STITMA mampu menjadi agen moderasi yang berkontribusi positif bagi masyarakat dan peradaban.
