STIT Misbahudin Ahmad Blitar Sambut Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi oleh BAN-PT

STIT Misbahudin Ahmad Blitar Sambut Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi oleh BAN-PT

STIT Misbahudin Ahmad Blitar Sambut Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi oleh BAN-PT
Blitar – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Misbahudin Ahmad Blitar melaksanakan kegiatan Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang berlangsung pada 8–10 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kampus yang mengusung tagline “The Real Campus of Pesantren and Entrepreneurship” dalam upaya meningkatkan mutu tata kelola dan kualitas pendidikan tinggi berbasis nilai-nilai pesantren.
Asesmen lapangan tersebut menghadirkan dua asesor BAN-PT, yaitu Dr. Ngadiso, M.Pd. dari Universitas Negeri Sebelas Maret dan Prof. Dr. Drs. Shodiq Abdullah, M.Ag. dari Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. Kehadiran para asesor disambut oleh pimpinan kampus, senat akademik, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa yang turut mendukung jalannya proses penilaian mutu institusi tersebut.
Ketua STIT Misbahudin Ahmad Blitar, Dr. M. Kholid Thohiri, M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan bahwa asesmen lapangan merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menjaga dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Menurutnya, proses akreditasi bukan hanya sekadar evaluasi administratif, tetapi juga momentum refleksi bagi perguruan tinggi untuk memperkuat tata kelola kelembagaan serta kualitas akademik.
Ia menegaskan bahwa STIT Misbahudin Ahmad terus berupaya mengembangkan sistem pendidikan yang mengintegrasikan tradisi pesantren dengan penguatan karakter kewirausahaan.
“Melalui proses asesmen ini, kami berharap STIT Misbahudin Ahmad dapat semakin berkembang sebagai perguruan tinggi yang unggul, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu melahirkan lulusan yang berilmu, berakhlak, dan memiliki jiwa entrepreneurship,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu asesor BAN-PT, Prof. Dr. Drs. Shodiq Abdullah, M.Ag., dalam sambutannya menekankan pentingnya komitmen seluruh civitas akademika dalam membangun budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi. Ia menyampaikan bahwa akreditasi merupakan bagian dari mekanisme untuk memastikan bahwa penyelenggaraan pendidikan tinggi berjalan sesuai dengan standar nasional yang telah ditetapkan.
Menurutnya, keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen, tetapi juga oleh konsistensi dalam menjalankan sistem tata kelola akademik serta pengembangan sumber daya manusia.
“Akreditasi sejatinya adalah cerminan dari budaya mutu yang hidup di sebuah perguruan tinggi. Ketika seluruh unsur kampus memiliki komitmen bersama dalam membangun kualitas pendidikan, maka institusi tersebut akan mampu berkembang secara berkelanjutan,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, anggota Senat STIT Misbahudin Ahmad Blitar, Dr. KH Zaenul Fajeri, M.Ag., turut memberikan sambutan dan apresiasi atas kerja keras seluruh civitas akademika dalam mempersiapkan proses asesmen lapangan tersebut.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran perguruan tinggi Islam dalam mencetak generasi intelektual yang memiliki integritas keilmuan dan moralitas.
“Kami berharap asesmen lapangan ini menjadi momentum untuk semakin memperkuat kualitas akademik, tata kelola kelembagaan, serta kontribusi STIT Misbahudin Ahmad dalam pengembangan pendidikan Islam yang moderat, inklusif, dan responsif terhadap perkembangan zaman,” tuturnya.
Selama proses asesmen berlangsung, para asesor melakukan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari verifikasi dokumen akreditasi, diskusi dengan pimpinan dan dosen, peninjauan sarana prasarana kampus, hingga dialog bersama mahasiswa dan alumni.
Melalui kegiatan ini, STIT Misbahudin Ahmad Blitar berharap dapat memperoleh hasil akreditasi terbaik sekaligus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen dalam mengembangkan tradisi akademik yang unggul, berkarakter pesantren, serta berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Leave a Reply